Widget GPR

Sosial Media Jombang

2 days ago

Kabupaten Jombang

Bupati Menerima Dokumen Penetapan Hasil Pemilu Dari KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang secara resmi menyerahkan dokumen penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Jombang kepada Bupati Jombang.

Seluruh berkas diserahkan langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Jombang, Athoillah kepada Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu sore (14/08) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dokumen tersebut terdiri dari dokumen keputusan-keputusan KPU Kabupaten Jombang mengenai perolehan kursi Partai Politik (Parpol) dan Calon Legislatif (Caleg) terpilih, serta berkas pencalonan Caleg terpilih.

Dikatakan Ketua KPU Kabupaten Jombang, Athoillah, selain itu pihaknya juga menyerahkan usulan pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang terpilih hasil Pemilihan Legisaltif (Pileg) 2019 untuk kemudian diteruskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim).

“Kami juga Menyerahkan usulan pelantikan anggota DPRD Kabupaten Jombang terpilih. Jadi sesuai dengan ketentuan di Undang-Undang, usulan pelantikan itu, dikirimkan ke Gubernur melalui Pemerintah Daerah setempat,” papar Athoillah usai penyerahan.

Dia menambahkan, pihak yang membuat Surat Keputusan (SK) terkait pelantikan anggota DPRD Jombang terpilih yakni Gubernur Jatim. Dikatakannya, dari dokumen yang diserahkan kepada Bupati Jombang tersebut, termasuk juga dokumen Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke-50 anggota DPRD Jombang terpilih.

Proses selanjutnya lanjut dia, ada di tangan Pemkab Jombang. Pemkab akan mengirimkan kepada Gubernur Jatim, kemudian selanjutnya, proses pelantikan ada di pihak Gubernur Jatim. “Kalau di KPU (Jombang) sudah selesai per hari ini,” sambungnya.

Sementara itu Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan, dengan telah diserahkannya seluruh berkas oleh KPU Kabupaten Jombang, pihaknya akan meneruskannya ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

“Jadi pengantar untuk ke provinsi itu, harus lewat Bupati. Nanti diteruskan ke provinsi, kalau provinsi turun, proses pelantikan baru bisa dilakukan,” jelas Bupati Jombang.
Bupati melanjutkan, proses selanjutnya akan dilakukan Pemkab Jombang secepatnya, karena pelantikan anggota DPRD Jombang terpilih akan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2019. “Pasti, sudah ada plotnya. Per kabupaten itu sudah ada jadwal (pelantikan) nya. Dari Pemprov, sudah ada,” pungkas Bupati Jombang. (Humas Protokol)
... See MoreSee Less

View on Facebook

2 days ago

Kabupaten Jombang

Silaturahim Anjangsana Perdana Pimpinan Parpol Dengan Pemerintah Kabupaten Jombang

Menindaklanjuti rapat yang dipimpin Bupati Jombang beberapa waktu yang lalu di Ruang Swagata Pendopo kabupaten Jombang, pada Rabu (14/08/19) pukul 13.00 WIB di kantor DPC PKB Jombang Jl. Laksda Adisucipto No. 63 Jombang di gelar acara silaturahim antar pimpinan partai politik. Baik yang ada di parlemen maupun non parlemen yang ada di Kabupaten Jombang.

Selaku "Tuan Rumah" PKB dalam hal ini Mas'ud Zuremi Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dating dan mengapresiasi agenda Pemerintah Kabupaten Jombang dalam terkait dengan silaturahim anjangsana. Mas’ud Zuremu sebagai pimpinan partai politik merespon positif agenda tersebut.

"Hal ini sebagai inovasi dari pemerintah Kabupaten Jombang yang perlu didorong dan dilanjutkan, karena semua partai politik memiliki andil dan kesempatan bersama untuk membangun Kabupaten Jombang", tutur Mas'ud dalam sambutannya.

Joko Triono, selaku Ketua DPRD yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa acara silaturahim anjangsana ini bisa memberi warna kearah yang lebih baik terutama terkait dengan kerukunan dan kekompakan. "Salah satu yang saya sampaikan waktu saya jadi Ketua Dewan awal awal “Sudahlah kita sudah tidak usah mikir baju partai, saatnya kita bersama berpikir tentang kemaslahatan masyarakat, sesuai dengan visi misi pada masing-masing, meningkatkan harkat martabat rakyat kita kemaslahatan masyarakat", tandas Joko Triono.

Joko Triono juga mengaku sangat bersyukur bahwa hingga akhir masa jabatannya tidak pernah terjadi perselisihan,pertengkaran karena menurutnya semua bisa diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat sesuai dengan Pancasila, musyawarah untuk mencapai mufakat.

Sementara itu Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan bahwa silaturahim termasuk dalam pembinaan partai politik yang menjadi tanggung jawab Kesatuan Bangsa dan Politik. Diharapkan masing-masing partai dapat mengenal satu sama lain. Mulai dari tempat dan aktivitasnya, serta penyampaian aspirasi, bahkan untuk partai non parlemen . Silaturahim ini juga sebagai ajang untuk membangun kebersamaan dan membangun bangsa dan negara terutama pembangunan yang ada di Jombang.

“Ini menunjukkan semua pimpinan untuk bisa menentukan arah kebijakan pembangunan yang ada di Kabupaten Jombang. Sebagai pelaksana dan pelayan Masyarakat, pemerintah daerah juga ingin adanya kebersamaan yang dilakukan untuk membangun Jombang ke depan yang lebih baik. "Beberapa aspirasi dari partai partai dapat dilakukan diskusi bersama untuk menentukan kebijakan dengan dukungan partai politik. Pada hakikatnya fraksi yang ada di DPR merupakan kepanjangan tangan partai,” ungkap Bupati.

Sebelum menutup sambutannya Hj. Mundjidah Wahab Bupati Jombang juga mengatakan bahwa silaturrahim ini juga untuk mempertemukan para pimpinan partai politik yang ada termasuk partai yang anggotanya tidak menjadi anggota DPRD. "Pemerintah daerah dan pimpinan partai memiliki niat yang sama yaitu pengabdian kepada masyarakat dan arah pembangunan di Jombang yang sesuai dengan harapan masyarakat." Pungkas Bupati Jombang. (Humas Protokol)
... See MoreSee Less

View on Facebook

3 days ago

Kabupaten Jombang

Gugus Unggul Gerakan Pramuka Kabupaten Jombang Raih Prestasi Di Tingkat Jatim

Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-58 di Jawa Timur di Pimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam Apel ini juga diserahkan Piala kepada para Pemenang Lomba Gugus Depan Unggul untuk Pangkalan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA.

Untuk Kabupaten Jombang dalam perlombaan ini berhasil meraih dua Trophy Kemenangan yaitu Kategori Gugus Unggul Pangkalan SMP/MTs yang diraih oleh SMP Negeri 1 Jombang dan Gugus Unggul tingkat SMA/MAN yang diraih oleh MAN 6 Mojoagung.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku ketua majelis pembimbing daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur mendukung program pengenalan kepanduan sejak dini atau yang disebut prasiaga.

"Saya rasa memang harus dimulai dari pendidikan anak usia dini untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa," tutur Khofifah kepada awak media usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pramuka Indonesia 2019 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, Pramuka merupakan wadah untuk memperkenalkan anak-anak usia dini (5-7 tahun) mulai cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga menjadi satu hal substantif dan titik tekan mewujudkannya.

"Prasiaga diperkenalkan sejak awal, seperti salam Pramuka, lagu Satya Dharma Pramuka dan isinya. Ini pola bagus untuk cinta terhadap NKRI," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Pramuka prasiaga direncanakan akan diluncurkan oleh Presiden RI sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Nasional Joko Widodo pada rangkaian peringatan Hari Pramuka 2019 di Jakarta bersama Komjen Pol (Purn) Budi Waseso selaku Ketua Kwartir Nasional.

Sementara itu, Gubernur Khofifah saat membacakan sambutan Kakwarnas menyampaikan lima poin sebagai pesan untuk para generasi bangsa, yaitu pertama menggarisbawahi permasalahan mendasar dan berdampak pada bangsa seperti korupsi, radikalisme serta narkoba.

"Tiga hal itu akan mengganggu integritas bangsa kemajuan dan produktivitas bangsa. Maka kita harus bersama-sama melakukan langkah-langkah korektif, antisipatif dan preventif yang komprehensif," katanya.

Poin kedua, diinginkannya proteksi terhadap produk pertanian sehingga Pramuka bisa turut meningkatkan daya saing serta memaksimalkan konsumsi produk-produk pertanian dalam negeri atau lokal.

"Lalu ketiga adalah antisipasi secara signifikan terhadap bencana alam maka yang diharapkan seluruh anggota Pramuka di seluruh jajaran kwartir diharapkan bisa berkoordinasi dengan seluruh instansi yang memiliki kewenangan, terutama pada penanganan bencana alam," kata Khofifah.

Poin keempat, Pramuka memiliki sensitivitas terhadap sampah yang artinya perhatian terhadap lingkungan, terutama sampah plastik harus seperti didaur ulang minimal menjadi kompos dan menghindari penggunaan sampah plastik sekali pakai.

"Poin kelima tentang program prasiaga tadi," pungkas mantan Menteri Sosial tersebut. Turut hadir pada upacara Hari Pramuka 2019 di Grahadi yaitu Kakwarda Pramuka Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, serta sejumlah pejabat Forkopimda Jatim lainnya.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah yang hadir mewakili Bupati Jombang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada wakil Jombang yang berhasil menjadi juara. “Selamat atas prestasi yang diraih oleh SMP Negeri 1 Jombang dan MAN 6 Mojoagung, prestasi ini harus terus ditingkatkan agar bisa meraih prestasi ditingkat Nasional”, tutur Sumrambah Wakil Bupati Jombang.

"Saya sangat bangga dengan semua ini, saya berharap sekolah lain bisa terinspirasi, termotivasi untuk meraih prestasi agar bisa membawa nama Kabupaten Jombang di tingkal Nasional", tandas Sumrambah Wakil Bupati Jombang

Sebagai peserta upacara adalah ratusan anggota Pramuka dari sejumlah gugus depan dan berbagai satuan karya (saka) serta pelajar di Jawa Timur. (Humas Protokol)
... See MoreSee Less

View on Facebook

3 days ago

Kabupaten Jombang

Tepat 14 Agustus 2019 adalah Hari Pramuka. Ribuan peserta dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Jombang mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke 58 tahun 2019 di lapangan kantor Pemerintah Kabupaten Jombang (14/8/2019) pagi.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab selaku Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Jombang bertindak langsung sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya Bupati Jombang membacakan sambutan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutannya antara lain ditegaskan bahwa, Peringatan hari Pramuka merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat dan berkah persatuan dalam satu wadah tunggal gerakan Pramuka.

Hari Pramuka ke 58 tahun 2019 ini mengambil tema, “Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI”. Tema tersebut diangkat sebagai wujud keprihatinan, munculnya permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan Negara dan Bangsa Indonesia.

“Merebaknya korupsi, kolusi dan nepotisme, terpaparnya radikalisme dan terorisme, serta maraknya penyalahgunaan Narkoba merupakan kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia. Untuk itu, semua diharapkan menjadi Pioneer dalam menanamkan nilai anti kejahatan luar biasa. Kwartir Nasional dan KPK telah bekerjasama dan menandatangani rumusan syarat kecakapan khusus bagi anggota siaga, penggalang dan penegak, pandega yang mempunyai pengetahuan sikap dan ketrampilan anti korupsi,” tutur Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab

Isyu Lingkungan juga diangkat dalam sambutannya yakni globalisasi selain memiliki aspek positif, juga berdampak negatif dan sebagai wujud kecintaan segenap anggota Pramuka kepada NKRI dan keutuhan Negara dengan menggunakan bahan pangan lokal untuk pembuat produk lokal. Selain itu, mencintai alam merupakan wujud kasih sayang setiap anggota Pramuka akan kelestarian lingkungan yang bukan sekedar formalitas dan seremonial belaka, tetapi sikap hidup dan standar berperilaku yang dipedomani setiap anggota dengan melakukan aksi nyata perang terhadap sampah plastik dengan memanfaatkan produk yang dapat digunakan kembali dan menghindari sampah yang berbahaya bagi lingkungan.

“Saat ini, peninjauan dan pembaruan seragam Pramuka menjadi prioritas Kwartir Nasional dalam upaya menjadikan seragam yang memiliki ciri kesamaan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote, serta mulai dari pembina sampai anggota Pramuka siaga dan mulai kwartir Nasional hingga gugus depan. Gerakan Pramuka merupakan Sistem Pendidikan Nasional, sehingga penyelarasan pendidikan formal dan non formal menjadi sangat penting. Diharapkan kesamaan cara pandang dan bahasa dalam menyikapi berbagai permasalahan, terutama yang mengancam keutuhan NKRI. Gerakan Pramuka siap sedia membangun keutuhan NKRI sesuai janji TRISATYA dan DASA DHARMA dengan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Bupati.

Usai Upacara, Bupati Jombang berserta segenap Forkopimda menyerahkan piagam penghargaan hasil penilaian lomba Gugus Unggul Tingkat Kwarcab Jombang tahun 2019 dari tingkat SD/MI. Juara I GUDEP Pangkalan MI Al-Ma’ruf; Juara II - SDN Gadingmangu II dan juara III SDN Kedungtemu.

Untuk tingkat SMP/MTs, Juara I - SMPN 1 Jombang, juara II - SMPN 1 Perak dan juara III - SMPN 3 Peterongan. Tingkat SMA/SMK/MA Juara I - MAN 6 Jombang, juara II - SMAN Jogoroto dan juara III - SMA Budi Utomo Perak.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab pada kesempatan tersebut juga memberikan Lencana tanda penghargaan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Jombang tahun 2019. Usai penyerahan penghargaan acara dilanjutkan dengan senam Maumere melalui iringan lagu Gemu Fa Mi Re. Seluruh peserta upacara menari sambil mengikuti arahan dari pemandu yang berdiri di atas panggung.

Senam Maumere Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Jombang
Seluruh peserta upacara baik Bupati Jombang, Forkopimda seluruh pengurus Pramuka dan OPD serta siswa-siswi Pramuka dengan semangat mengikuti intruksi gerakan yang diperagakan oleh instruktur yang berdiri didepan pangung.

Dalam peringatan HUT Pramuka ke-58 itu, Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan selamat Hari Pramuka, semoga diperingatan Pramuka tahun ini dapat lebih membulatkan tekad untuk lebih memajukan gerakan pramuka khususnya di Kabupaten Jombang.

Yang bertindak sebagai perwira upacara pagi itu merupakan andalan cabang Bidang Kesakaan Kwarcab Gerakan Pramuka Jombang, Aiptu Suhariyanto. Petugas Pembawa PATAKA dan Komandan Pleton dari BP.13.17 Jombang. Pembaca UUD 1945 dari GUDEP pangkalan SMAN 2 Jombang dan pengucap DASA DHARMA dari GUDEP Pangkalan SMPN 1 Jombang. Dan pembaca doa Astrid Elfrida Maharani siswi dari SDN Kepanjen II Jombang (Humas Protokol)
... See MoreSee Less

View on Facebook

3 days ago

Kabupaten Jombang

Hari Raya Idul Adha, Bupati Dan Wabup Serahkan Sapi Kurban Ke Takmir Masjid Baitul Mukminin

Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah menyerahkan hewan kurban berupa sapi masing-masing satu ekor kepada Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Penyerahan dilakukan bupati dan wakil bupati usai salat Ied kemarin (11/8) dan disaksikan jajaran forkompinda.

Sapi yang diberikan kepada takmir masjid berwarna masing-masing coklat dan putih. Kisaran harganya antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Dalam sambutannya Bupati Mundjidah berharap daging dari sapi yang dikurbankan bisa bermanfaat untuk masyarakat miskin.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H. Melalui momentum hari raya ini, semoga kita bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” katanya.

Selain itu Bupati Mundjidah juga berharap dengan momentum Hari Raya Idul Adha ini, masyarakat Kabupaten Jombang tetap menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan toleransi antar umat beragama.

Harapan sama juga disampaikan Wakil Bupati Sumrambah. Menurutnya, Idul Adha mengandung nilai-nilai kepedulian dan solidaritas terhadap sesama yang patut diteladani. “Bukan sapinya, tapi saling berbagi itu yang penting,” katanya.

Salat Ied di Masjid Agung Baitul Mukminin diikuti ribuan masyarakat Kabupaten Jombang. Karena jumlah jamaahnya sangat banyak, shaf salat Ied sampai meluber hingga Alun-Alun. Pelaksanaan salat Ied sendiri dipimpin H Rijalul Fikri sebagai imam, sedangkan khotibnya adalah KH Abdul Kholiq Hasan yang merupakan dosen IAI Bani Fatah Tambakberas.

Sementara itu, jumlah hewan kurban yang disembelih di masjid ini mencapai 26 ekor. Dengan rincian enam ekor sapi dan 20 ekor kambing. Daging kurban sendiri akan dibagikan kepada sedikitnya 1500 orang penerima dari berbagai kalangan, seperti tukang becak, pengemis, pedagang kaki lima, dan masyarakat sekitar masjid.

Pada Idul Adha tahun ini panitia berupaya mengurangi penggunaan plastik untuk membungkus daging kurban, dengan beralih ke besek bambu. (Humas Protokol)
... See MoreSee Less

View on Facebook